Candramawa Digital

WhatsApp Image 2024 05 02 at 10 38 35 20c549f6 scaled

Ini Dia! Fungsi Brand Positioning dan Cara Menentukannya

Sebagai seseorang yang memiliki bisnis, pasti tidak asing dengan istilah brand positioning. Pemilik bisnis wajib memahami konsep ini terutama untuk tujuan memperkuat posisi brand bisnis kamu. Dengan memahami konsep brand positioning, akan mendorong perkembangan brand agar bisa bersaing di pasar.

Brand positioning membahas tentang sebuah makna atau nilai lebih yang ingin ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumennya. Nilai tersebut harus mempunyai kesan unik, dan memiliki citra positif. Selaras dengan pembahasan Unique Selling Proposition di artikel sebelumnya, brand positioning ini merupakan sebuah konsep atau strategi pemasaran yang diciptakan untuk membangun identitas. Mereka ingin menyampaikan kepada konsumen bahwa brand yang dibangun memiliki kelebihan dan mengapa konsumen harus memilih brand kita dibandingkan brand lainnya.

Lantas apa definisi dari brand positioning? bagaimana cara menerapkannya pada bisnis guna memperkuat posisi brand bisnis? Yuk simak pembahasan sederhana dan lengkap berikut untuk menemukan jawabannya.

Definisi Brand Positioning 

Philip Kotler, seorang marketing expert berpendapat bahwa inti dari brand positioning adalah upaya yang dilakukan untuk merancang sebuah brand agar bisa menciptakan kesan tertentu pada benak konsumen.

Jadi singkatnya, brand positioning atau brand strategy bertujuan agar brand kamu bisa mempunyai keunikan dan menonjol dari pesaing dan bagaimana merek kamu bisa diingat konsumen.

Secara sederhana, brand positioning adalah istilah dari proses bagaimana sebuah merek bisa diingat oleh seseorang. Nantinya konsumen bisa mencari sesuatu yang dibutuhkan dari merek kamu, meskipun ada banyak merek lain yang sejenis dipasarkan.

Brand positioning bertujuan untuk  menguasai pasar mulai dari produk, merek, atau layanan melalui macam-macam strategi seperti distribusi, promosi, pengemasan, harga dan kompetisi. Dengan begitu, akan terbentuk kesan yang unik dari suatu brand di pikiran target pasar.

Fungsi Brand Positioning

Fungsi dari brand positioning sebagai pembeda sebuah merek dengan merek kompetitor di pasar dengan penawaran nilai unik yang akan diingat oleh konsumen. Berikut adalah fungsi brand positioning.

1. Meningkatkan kesadaran merek

Kesadaran merek yang kuat akan lebih mudah diingat dan mudah menarik perhatian konsumen. Konsumen akan mengenali bahkan mengingat logo maupun tagline dari sebuah brand yang kesadaran mereknya kuat.

2. Meningkatkan loyalitas konsumen

Meningkatkan loyalitas konsumen adalah cara untuk membangun hubungan jangka panjang dalam mempertahankan konsumen. Agar hal tersebut bisa tercapai merek harus menciptakan pengalaman yang positif dan memberikan nilai tambah yang konsisten kepada konsumen.

3. Membedakan merek dari kompetitor

Hal yang membedakan sebuah merek adalah nilai-nilai yang ditawarkan tidak ditemukan pada merek lainnya. Bila ada suatu merek tidak memberikan pelayanan yang baik, di sini adalah momen untuk menggunakan kesempatan memberikan pelayanan yang lebih maksimal agar terjalin komunikasi dan hubungan emosi yang positif. Pengalaman yang didapatkan dari sebuah merek juga akan memengaruhi penilaian konsumen. Maka berilah yang berbeda dan unik, dan pastikan selalu konsisten dengan brand identity yang diusung.

4. Membangun citra merek

Membangun citra adalah upaya untuk memberikan kesan positif yang melekat di benak konsumen. Dalam membangun citra, nilai yang ditanamkan harus sesuai dengan tujuan suatu brand. Citra harus memiliki pesan yang kuat dan mencerminkan nilai-nilai dari merek. Hal ini yang akan memberikan perbedaan spesifik dari kompetitor. Membangun citra juga perlu konsisten dalam desain merek sebagai identitas visual agar mudah diingat oleh konsumen.

Citra adalah tentang bagaimana sebuah merek dipandang sebagai sebuah bisnis. Makin kuat citra sebuah merek maka akan sepenuhnya merepresentasi misi perusahaan. Maka makin kuat peluang yang dimiliki untuk tumbuh dan mencapai tujuan bisnis.

Cara Menentukan Brand Positioning

Lalu, bagaimana cara menentukan brand positioning agar dapat menciptakan kesan khusus dalam benak konsumen? Berikut cara menentukan brand positioning.

1. Menentukan keunikan merek

Menentukan keunikan merek adalah fokus pada keunikan yang membedakan merek dengan merek kompetitor yaitu dengan menjelaskan manfaat produk, apa yang menjadi ciri khas dari produk dan membuat produk berbeda dengan pesaing, dan bagaimana produk hadir sebagai sebuah solusi sehingga konsumen harus membeli produk tersebut. Hal ini akan membantu produk menjadi mudah dikenal oleh konsumen dan menciptakan kesan yang unik pada benak konsumen.

2. Analisis kompetitor dan pasar

Menganalisis pasar bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan situasi pasar, memahami perilaku dan preferensi konsumen, serta kekuatan dan kelemahan kompetitor.  Selain itu perlunya meninjau benchmarks serta mengetahui tren terbaru dalam dunia industri dan pasar. Hal tersebut akan membantu kamu untuk memposisikan brand dalam pasar.

3. Menentukan target pasar

Menentukan target pasar bertujuan agar memiliki segmentasi yang jelas sehingga  aktivitas pemasaran memiliki tujuan. Mengetahui target pasar akan membantu dalam mengoptimalkan strategi pemasaran karena sudah mengetahui siapa yang akan membeli produk dan apa yang konsumen butuhkan.

4. Membuat tagline yang kuat

Tagline merupakan deskripsi singkat yang memiliki peran penting dalam dunia pemasaran yang bertujuan untuk branding sebuah bisnis. Tagline yang kuat akan menambah nilai dari sebuah brand sehingga pelanggan akan tertarik untuk membeli produk dari brand tersebut. Tagline memiliki fungsi yaitu menggambarkan perusahaan, representasi merek, serta menunjukan kultur perusahan kepada khalayak. Untuk menciptakan daya tarik tagline harus memiliki kejelasan pesan, kreativitas dalam penyusunan kata, dan mencantumkan manfaat produk. Dengan memuat tiga hal tersebut di dalam tagline akan memberikan impak yang besar.

5. Menciptakan identitas merek yang konsisten

Identitas merek menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk persepsi seseorang terhadap produk yang ditawarkan karena mencerminkan nilai-nilai, misi, dan tujuan dari produk. Identitas merek yang konsisten menjadikan merek lebih mudah diingat dan melekat di benak konsumen. Konsistensi pada sebuah merek merupakan penyampaian pesan yang berulang agar melekat pada benak konsumen. Misalnya sebuah produk menggunakan warna tertentu secara konsisten, seperti pada brand Shopee yang lekat dengan warna orange. Identitas ini telah melekat di benak konsumen dan dipertahankan untuk menunjukan konsistensi merek tersebut.

Contoh Brand Positioning

Berikut ini beberapa contoh positioning merek dan brand ternama yang bisa kamu pelajari:

1. Apple

Contoh positioning pertama, ada brand Apple sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia yang terkenal dengan produk-produk inovatif dan desain yang elegan.

Dengan menggunakan slogan “Think Different” untuk menekankan keunikan dan keberanian yang berbeda, Apple memposisikan merek mereka sebagai merek teknologi yang inovatif dan eksklusif, dan telah berhasil memposisikan dirinya sebagai merek yang eksklusif dan premium.

Selain produknya yang elegan dan inovatif, Apple sering mengiklankan desain produk mereka yang ramping. Hal ini dicerminkan dari harga produk yang lebih tinggi dari pesaingnya.

Kemudian, Apple juga menekankan pada pengalaman pengguna dan kualitas produk yang tinggi, sehingga membuat konsumen merasa bahwa mereka mendapatkan nilai yang setara dengan harga yang mereka bayar.

2. Mie Gacoan

Strategi positioning dari Mie Gacoan ialah sebagai mie instan yang memiliki rasa pedas yang khas dan berbeda dari merek mie instan lainnya. Mie Gacoan menargetkan konsumen kelas menengah mulai dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum dengan tagline mie pedas nomor 1 di Indonesia.

Selain itu, Mie Gacoan juga memposisikan diri sebagai merek mie instan yang mudah ditemukan dengan harga terjangkau oleh konsumen.

Secara keseluruhan, strategi positioning Mie Gacoan adalah sebagai merek mie instan yang memiliki daya tarik kuat bagi konsumen yang mencari variasi rasa dan ingin mencoba sesuatu yang baru dan berbeda dari merek mie lainnya.

3. Nike

Nike adalah merek olahraga yang terkenal di seluruh dunia. Mereka telah berhasil memposisikan diri sebagai merek yang inovatif dan inspiratif, dengan slogan “Just Do It”.

Merek Nike terbukti bisa memposisikan merek mereka sebagai merek olahraga yang inovatif dan berprestasi tinggi dengan menekankan pada kualitas produk yang baik. Sehingga membuat konsumen merasa bahwa mereka menggunakan produk yang terbaik untuk meningkatkan performa olahraga.

WhatsApp Image 2024 04 18 at 12 03 43 scaled

Alasan Mengapa Unique Selling Proposition Penting Untuk Bisnis Anda

Unique Selling Proposition atau biasa disingkat USP adalah faktor penting yang harus dimiliki setiap brand agar bisa lebih unggul dari kompetitor.

Dalam dunia bisnis pasti selalu ada pesaing. Namun, kamu harus ingat bahwa hal itu bukan sesuatu yang harus ditakuti. Dari kompetitor kita bisa belajar banyak hal mulai dari strategi marketing yang mereka terapkan, hingga kualitas produknya. Meskipun begitu, kompetitor tetaplah lawan dalam dunia bisnis. Jika produk yang kita miliki tidak mampu bersaing dengan produk mereka, tentu kita akan kalah dalam memenangkan hati konsumen.

Nah, hal ini dapat dihindari jika kamu mampu mengidentifikasi USP dari produk yang kamu tawarkan.

Lalu, apa sebenarnya Unique Selling Proposition dan mengapa hal tersebut penting bagi perkembangan bisnis?

Di bawah ini kami sudah siapkan rangkuman singkatnya, simak terus ya!

Definisi Unique Selling Proposition (USP)

Unique Selling Proposition atau biasa dikenal dengan USP memiliki peran  penting dalam promosi dimana mampu membedakan produk atau jasa yang kamu tawarkan agar lebih unggul dari kompetitor. Persaingan ketat antara brand satu dengan brand lainnya biasa terjadi di dalam dunia bisnis karena konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan brand mana yang akan mereka pilih dan konsumsi.

Ada beberapa poin yang pastinya menjadi pertimbangan konsumen sebelum membeli suatu produk, misalnya harga, keuntungan dan manfaat yang ditawarkan, dan popularitasnya. Jika produk tidak populer, biasanya konsumen enggan membelinya karena dirasa kurang terpercaya. Namun, tidak disangkal jika harga juga sangat menentukan keputusan konsumen untuk membeli. Jika ingin produk kita dibeli konsumen, tentunya harus ada hal unik dan spesifik yang dapat menarik perhatian konsumen untuk membeli.

Banyak pebisnis yang melakukan kesalahan saat menjalankan bisnisnya karena dinilai kurang spesifik. Alih-alih ingin dikenal karena mampu memberikan seperti harga termurah dan kualitas yang bagus, mereka malah kalah dengan kompetitor. Alasannya, ialah karena mereka tidak spesifik dalam menunjukkan kelebihannya sehingga tetap akan sulit untuk menggaet konsumen dari kompetitor.

Jadi, hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan USP produk kamu, ialah dengan menampilkan hal unik dan spesifik yang bisa ditawarkan oleh brand sehingga bisa lebih menarik konsumen dari kompetitor.

Manfaat Unique Selling Proposition (USP)

Selain bertujuan untuk lebih unggul dari kompetitor, USP juga memiliki manfaat untuk mengembangkan bisnis kamu, seperti berikut ini:

1. Sebagai Identitas Bisnis

USP dapat menjadi identitas dari bisnis yang membedakan produk kamu dari para kompetitor.

Kamu bisa menunjukkan fitur unik, kualitas dari bahan-bahan yang digunakan, tampilan aplikasi yang mudah dimengerti, harga yang terjangkau, dan masih banyak lagi. Hal itu dapat membuat produk kamu lebih dikenal oleh para konsumen, dan memberi peluang lebih besar untuk mencapai goals bisnis kamu.

2. Target Konsumen Lebih Spesifik

Dengan keunikan produk yang ditawarkan, kamu dapat lebih mudah menargetkan konsumen secara lebih spesifik. Dimulai dari menawarkan keunggulan produk, desain produk, kualitas produk, kegunaan produk. Hal itu dapat menarik perhatian konsumen sesuai dengan kebutuhan dan manfaatnya.

3. Meningkatkan Penjualan

USP dapat membangun awareness dan interest konsumen dalam membeli produk kamu. Konsumen akan melihat produk atau layananmu sebagai sesuatu yang baik dan bermanfaat sehingga memberikan kesan postif terhadap produk bisnis.

Tentu, hal ini akan berdampak pada pendapatan dan penjualan bisnismu. Ingat, semakin akurat USP yang kamu sampaikan ke konsumen dari produk atau layananmu, semakin besar juga kesempatanmu meningkatkan pendapatan dan penjualan.

4. Membangun Branding

Selain meningkatkan penjualan, manfaat lain dari USP adalah membantumu membangun branding yang baik. Hal ini tentu akan membuat konsumen loyal pada brand kamu.

Namun, jangan lupa juga untuk memberikan pelayanan yang terbaik selain menawarkan USP yang menarik ya!

5. Mudah Dalam Promosi

Adanya USP juga dapat memudahkanmu dalam melakukan promosi.

Karena ketika kamu memiliki konsumen yang loyal, mereka akan mempromosikan produk atau layananmu ke orang-orang di sekitarnya.

Contoh Brand yang Memiliki Unique Selling Proposition (USP)

1. Pinterest

Pinterest memberi tahu dengan dengan jelas siapa mereka dan apa yang dilakukannya dalam satu kalimat sederhana, “when it comes to a great idea, you’ll know it when you see it”. Pinterest adalah media sosial yang populer yang dapat membantu orang-orang mencari inpirasi dan menemukan ide. Pinterest merupakan platform unik dengan model bisnis yang sama uniknya yang menjadikan pinterest berbeda ialah dari situs web berbagi foto lainnya. Alih-alih meminta pengguna berbagi foto secara langsung dengan teman, pengguna malah membuat papan pin pribadi dari foto yang sudah ada yang diunggah oleh teman, orang asing, dan bahkan perusahaan.

2. Spotify

Spotify merupakan salah satu layanan musik digital yang memberikan akses ke jutaan lagu, podcast, dan video dari artis di seluruh dunia. Spotify yang beberapa tahun belakangan ini dikenal sebagai aplikasi streaming musik yang paling banyak digunakan di dunia. Hal tersebut tentunya dipengaruhi oleh USP Spotify yang menonjolkan algoritmanya yang dapat menemukan musik yang sesuai dengan pendengarnya. Selain itu, kemudahan dalam mengakses berbagai jenis lagu kapan pun dan di mana pun juga menjadi salah satu nilai jual dari Spotify.

3. IKEA

Brand ini menghadirkan berbagai produk rumah tangga seperti furniture dan perabotan lainnya. Mengutip Popupsmart, IKEA lebih dikenal customer karena  barang-barang yang diproduksi IKEA  dijamin memiliki kualitas tinggi dan tidak mudah rusak dengan harga relatif lebih rendah. Selain itu, dengan brand vision yang bertujuan “membuat hidup sehari-hari lebih baik”, IKEA memastikan setiap konsumennya mendapatkan pengalaman yang baik ketika menggunakan produk atau layanannya.

Lalu Bagaimana Cara Menentukan USP?

Setelah mengetahui pengertian dari USP, tentunya kamu mulai tertarik untuk menerapkannya pada brand kamu kan?

Berikut adalah penjelasan seperti apa cara mengidentifikasi USP dari brand agar dapat meningkatkan penjualan.

1. Menempatkan Diri di Posisi Konsumen

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan oleh pebisnis adalah melupakan kebutuhan konsumen. Pebisnis umumnya hanya fokus pada peningkatan kualitas namun, seringkali melupakan kebutuhan konsumen sehingga produk tersebut akhirnya kurang laku di pasaran.

Jadi, hal pertama yang harus dilakukan sebelum menentukan Unique Selling Proposition atau USP adalah dengan menempatkan diri pada posisi konsumen.

Misalnya kamu memiliki sebuah kafe yang menyediakan berbagai macam roti dan kopi. Tentu saja pelanggan yang datang ke kafe ingin membeli roti dan kopi yang bisa menghilangkan rasa laparnya.

Namun, apakah makanan dan minuman yang kamu sediakan akan mampu membuatnya terus kembali ke kafemu?

Produk serta layanan yang kamu berikan bisa saja menjadi USP dari brand kamu.  Seperti kualitas makanan yang nikmat, kenyamanan, keramahan, atau layanan pada pelanggan bisa menjadi faktor mereka kembali ke kafemu.

Kamu bisa mencari tahu apa yang diinginkan oleh pelanggan lewat survei. Cobalah minta tolong kepada pelanggan untuk mengisi survei mengenai produk kamu serta pelayanan yang diberikan.

Jika dari survei pelanggan terlihat menyukai pelayanan yang diberikan saat di kafe, hal itu bisa kamu jadikan USP untuk menarik pelanggan lainnya.

Kamu bisa membuat pernyataan di media sosial saat mengiklankan kafemu yang berbunyi, “Uang akan dikembalikan 100% jika pelayanan kami kurang memuaskan.”

Tentunya hal itu akan membuat calon pelanggan merasa penasaran dan tertarik untuk mampir ke kafe dan mencoba produkmu.

2. Mengetahui Motivasi Konsumen dalam Melakukan Pembelian Produk

Langkah menentukan USP selanjutnya adalah dengan mengetahui perilaku konsumen saat membeli produk kita. Dalam strategi marketing yang tepat, kita tidak hanya harus tahu apa yang dibutuhkan pelanggan saja. Namun juga harus paham motivasi mereka saat membeli produk.

Saat memiliki sebuah kafe, tentunya perlu diketahui juga seperti apa karakteristik dari pelanggan. Hal itu akan memudahkan kita membuat produk yang tepat untuk mereka.

Ketahui berapa rata-rata umur pelangganmu hingga apa pekerjaannya. Hal itu sangat dibutuhkan karena kamu bisa menyiapkan produk apa yang tepat untuk mereka sehingga memotivasi mereka untuk terus membeli.

Misalnya, pelangganmu rata-rata berusia 18 – 22 tahun dan berstatus pelajar hingga mahasiswa. Tentu saja kamu perlu menyediakan produk yang harganya terjangkau bagi mereka.

Jadi, selain memiliki pelayanan yang memuaskan, kamu juga bisa menciptakan USP dari produk yang ekonomis sesuai kantong pelanggan.

Jika produkmu sesuai dengan selera mereka ditambah lagi pelayanan yang terbaik, pastinya kamu bisa mendapatkan konsumen yang setia.

3. Membandingan Produk dengan Kompetitor

Seperti yang disebutkan di atas, kompetitor juga menjadi faktor yang penting bagi perkembangan bisnis. Menentukan USP juga bisa dilakukan dengan membandingkan produk dari para pesaing yang ada di pasaran.

Saat mengetahui apa hal positif dan negatif dari produk, tentunya akan lebih mudah untuk menentukan USP. Kamu bisa menonjolkan keunggulan produk dan menjadikannya Unique Selling Proposition yang benar-benar unik dan berbeda dari para pesaing lainnya.

 

 

 

Frame 18

Kamu Harus Tau! Pentingnya Digital Marketing untuk Bisnis

Digital marketing menjadi salah satu cara terbaik untuk mengenalkan produk dan layanan Anda kepada khalayak luas. Entah Anda berbisnis online atau tidak. Terlebih, marketing juga disebut sebagai ujung tombak bisnis agar konsumen mengetahui adanya produk atau layanan yang ditawarkan oleh bisnis Anda. Marketing atau pemasaran meliputi segala upaya mengenalkan produk hingga membantu konsumen membuat keputusan (action) dalam melakukan pembelian. Nah, di tengah perkembangan dunia online yang sangat pesat, Anda perlu mengetahui pentingnya Digital Marketing bagi bisnis Anda. Mari pahami informasinya melalui pembahasan lengkap di bawah ini.

Apa Itu Digital Marketing?

Digital Marketing atau online marketing, yaitu segala upaya pemasaran yang terjadi di internet atau secara digital. Artinya, upaya pemasaran dilakukan melalui saluran-saluran digital seperti internet, website, dan media sosial. Dengan saluran-saluran inilah Anda bisa terhubung dengan pelanggan dan calon pelanggan sehingga dapat meningkatkan awareness konsumen terhadap keberadaan produk bisnis.

Melalui banyaknya saluran Digital Marketing juga membebaskan Anda untuk mengolah kreativitas dan membuat campaign yang ideal misalnya, Anda bisa membuat blog post secara rutin yang membahas soal topik-topik relevan dengan bisnis Anda. Anda juga bisa mengunggah video proses produksi di media sosial untuk mengembangkan peluang bisnis Anda.

Pentingnya Digital Marketing Bagi Bisnis

Digital Marketing membantu Anda menjangkau audiens yang lebih luas, jauh lebih besar daripada metode pemasaran tradisional. Persaingan bisnis yang ketat saat ini menuntut banyak bisnis untuk berlomba merancang strategi iklan terbaik dan paling efektif. Jadi, inilah beberapa alasan mengapa penting untuk melaksanakan digital marketing dalam bisnis agar tetap berjalan dan tetap unggul:

1. Meningkatkan Kesadaran (Awareness) akan Produk Bisnis

Dalam era digital ini, pengguna lebih mudah mencari informasi melalui internet. Jadi pada dasarnya, digital marketing dapat membantu produk Anda agar diketahui lebih banyak orang sehingga melakukan pembelian. Melalui digital marketing juga, bisnis dapat membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen.

2. Target Market Tepat Sasaran

Pada pemanfaatan digital marketing, kamu dapat menentukan target market secara lebih spesifik seperti berdasarkan karakteristik demografis, geografis maupun psikografis. Proses menargetkan konsumen yang lebih spesifik ini sangat berguna untuk membantu kamu menyusun rencana strategi pemasaran agar lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan.

3. Meningkatkan Penjualan

Bisnis dapat menggaet konsumen dengan lebih mudah dan cepat, serta dapat memperkenalkan produk dan jasa secara lebih tepat dan persuasif melalui bantuan digital marketing yang efektif. Hal ini dapat membantu meningkatkan jumlah penjualan produk baik barang atau jasa. Jadi, keuntungan yang akan kamu terima pun nantinya akan meningkat.

4. Meningkatkan Loyalitas Konsumen

Dalam digital marketing, interaksi dengan pengguna dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat melalui berbagai jenis media sosial dan email. Interaksi yang lebih personal dan responsif antara penyedia produk dengan pengguna secara tidak langsung dapat meningkatkan kepercayaan dan kesetiaan konsumen.

5. Memberikan Arah dan Tujuan Bisnis yang Pasti

Alasan mengapa digital marketing itu penting ialah karena memberikan arah dan tujuan bisnis yang lebih pasti. Tak jarang, sebuah bisnis berjalan dengan tujuan yang kerap berubah karena merasa tidak memiliki peluang untuk berkembang saat melakukan prosesnya. Dalam digital marketing, setiap orang dapat dengan mudah memantau dan menganalisis performa dari setiap metode pemasaran yang digunakan. Hal ini berarti, tak sulit untuk kamu menentukan strategi pemasaran dan mendapatkan informasi seputar jumlah pengunjung situs web, jumlah klik pada artikel, dan lain sebagainya.

Melihat betapa pentingnya digital marketing, sebelum mengembangkan bisnis menjadi lebih besar, kamu tentu perlu mempelajari seluruhnya dengan saksama dan lebih dalam. Tak perlu bingung, sebab Candramawa hadir untuk membantu kamu.

 

 

Frame 17

Ini Dia! 5 Perbedaan Digital dan Offline Marketing

Pemasaran digital sudah menjadi andalan perusahaan-perusahaan Indonesia dalam memasarkan bisnisnya. Mereka seolah-olah mengubah kiblat pemasarannya dari offline marketing ke arah digital. Pemasaran digital dan offline dapat menarik konsumen untuk membeli produknya. Namun, ada perbedaan antara pemasaran digital dan offline marketing yang harus diketahui oleh para pengusaha sebelum memulai praktiknya.

Faktanya, pemasaran digital sudah diterapkan sejak tahun 1992, dimana iklan (advertisement) berupa spanduk dipasang secara online. Ide pemasaran digital mulai dikenalkan ke masyarakat luas pada tahun 1990, disusul dengan lahirnya e-commerce pertama yaitu Yahoo pada tahun 1994. Real Digital Marketing sudah ada sejak lama, hanya saja baru populer di Indonesia sejak tahun 2018.

Sebelum kita memulai, penting untuk mencatat bahwa digital marketing adalah proses pemasaran yang dilakukan secara online, sementara offline marketing adalah pemasaran yang dilakukan di luar platform digital. Keduanya memiliki jangkauan dan manfaat yang berbeda-beda, dan posisi masing-masing dalam strategi pemasaran suatu bisnis tergantung pada tujuan dan target pasar yang ingin dicapai.

Dalam artikel ini, kita akan melihat perbedaan kedua jenis pemasaran ini secara detail, serta memberikan informasi yang berguna untuk membantu Anda dalam mengambil keputusan yang tepat dalam memilih strategi pemasaran yang sesuai dengan bisnis Anda. Yuk, mari kita mulai!

Perbedaan Digital & Offline Marketing

1. Target Audiens

Perbedaannya terletak pada jangkauan target audiens yang sesuai dengan segmentasinya.

Digital marketing dapat menjangkau target audiens sesuai segmennya dengan lebih mudah dan akurat. Setelah audiens target diidentifikasi secara spesifik, konten dapat dikirimkan ke target tersebut menggunakan mesin pencari atau algoritma media sosial yang canggih. Sehingga setiap konten yang diposting, dapat menarik konsumen dalam jangkauan yang lebih luas berdasarkan minat dan kebutuhan.

Berbeda dengan offline marketing, target audiensnya terbatas berdasarkan profil demografis dan geografis tertentu. Pada offline marketing membutuhkan bentuk fisik dari iklan yang dibuat. Semua orang bisa melihat iklan yang dipasang secara offline, namun audiens yang melihat belum tentu termasuk dalam segmen pasar.

2. Fokus Utama Strategi

Saat memasarkan produk, fokus utama digital marketing terletak pada konten yang akan dipromosikan. Sedangkan offline marketing berfokus untuk memasarkan produk dalam iklannya. Bisa dikatakan digital marketing lebih mengutamakan metode softselling, sedangkan offline marketing lebih banyak menggunakan metode hardselling.

Digital marketing, menggunakan banyak platform yang berbeda, mulai dari media sosial, website, email dan lain-lain. Oleh karena itu, konten iklan perlu dibuat semenarik mungkin agar dapat menarik perhatian audiens. Kontennya juga berbeda-beda tergantung platform yang digunakan. Apa pun jenis pemasarannya, baik itu pemasaran media sosial, pemasaran mesin pencari, SEO, pemasaran email, atau sekadar iklan banner, konten adalah nomor satu.

Sedangkan offline marketing, lebih fokus pada pemasaran produk atau jasa melalui iklan yang mereka pasarkan. Pengiklan harus menawarkan kelebihan dan manfaat produk ketika menggunakan strategi offline marketing. Selain itu, jangkauan calon konsumen menjadi lebih pendek dan terbatas ketika mereka mengonsumsi media offline, seperti brosur, surat kabar, atau baliho.

3. Media Pemasaran yang Digunakan

Media marketing yang digunakan oleh kedua strategi tersebut pun berbeda. Sesuai namanya, digital marketing memanfaatkan media internet atau media online untuk pemasarannya, seperti situs web, media sosial, e-mail dan banner ads. Strategi pemasaran online pun bermacam-macam tergantung platform yang digunakan. Ada yang bersifat organik seperti Search Engine Optimization (SEO), dan ada pula yang berbayar, seperti cost-per-click ads, Search Engine Marketing (SEM), atau Social Media Marketing (SMM).

Offilne marketing, menggunakan media konvensional seperti cetak dan elektronik. Untuk media elektronik, mereka lebih sering menggunakan iklan di TV atau radio. Media cetak yang digunakan tidak hanya menggunakan iklan surat kabar, majalah, atau tabloid, tapi juga poster, pamflet, brosur, booklet, dan kartu nama. Ada juga yang menggunakan strategi mouth-to-mouth, seperti sales yang memasarkan langsung barangnya kepada orang banyak.

4. Biaya yang Dikeluarkan

Masalah cost atau biaya selalu menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi pemasaran yang tepat. Digital marketing terbukti lebih efektif dalam biayanya, karena kita bisa memasang iklan sesuai dengan budget yang dimiliki. Istilahnya, kita berinvestasi dalam memasang iklan di media sosial, seperti Facebook, Instagram dan lainnya.

Sedangkan biaya pemasangan iklan untuk offline marketing membutuhkan biaya yang lebih besar. Biaya yang dikeluarkan biasanya untuk pemasangan iklan di media cetak atau elektronik, produksi materi promosi cetak, dan penyelenggaraan event. Meskipun begitu, offline marketing juga terbilang efektif dalam menjangkau banyak audiens agar tertarik dengan produk atau layanan bisnis yang dipasarkan.

5. Waktu

Digital marketing tidak terikat dengan aspek waktu artinya pemasaran akan tetap berjalan selama iklan masih ada di internet. Audiens dapat mengakses iklan kapanpun dan dimanapun selama audiens memiliki koneksi internet. Sehingga digital marketing lebih efisien dalam pemasarannya.

Sedangkan, penyampaian konten pada offline marketing terbatas pada aspek waktu karena dalam pemasaran terdapat waktu dan jadwal tertentu. Misalnya pada offline marketing yang menggunakan media cetak, penyelenggaraan event, dan promosi toko memiliki jangka waktu tertentu yang sudah ditentukan sehingga audiens hanya dapat melihat iklan pada periode tertentu.

 

Gambar website 2

Tips Mengatur Rasio Feed Instagram untuk Affiliate Marketer Pemula

Pernah bingung menentukan ukuran feed yang pas buat konten Instagram? Atau seringkali tidak sesuai ketika sudah terposting di feed maunya square tapi malah salah format jadi portrait. Artikel ini akan membantu kamu untuk membuat ukuran rasio yang tepat untuk konten instagram kamu, mulai dari stories, feeds sampai reels. Dengan begitu, drama salah format posting nggak akan terjadi lagi karena kami akan memberikan tips and trik yang bisa kamu ikuti. Stay reading ya…

Bagaimana cara mengatur size guides Instagram?

Instagram merupakan platform yang berpusat pada konten yang menarik secara visual. Tips dalam mengatur rasio pada feed instagram sangat penting jika kamu ingin memberikan peluang pada postingan kamu agar mendapatkan feedback terbaik. 

Dalam tampilan feed Instagram, penting untuk memahami konsep rasio dan ukuran dalam desain konten. Karena ukuran postingan yang tepat dengan kapasitas resolusi tinggi dapat menarik perhatian audiens. Namun, seringkali ada kebingungan mengenai perbedaan antara ukuran dan rasio. Mari kita kupas satu per satu untuk memahami size guides Instagram berikut.

Mengenal Rasio dalam Desain Konten
  • Definisi Rasio:

Rasio dalam desain berarti proporsi antara lebar dan tinggi gambar, misalnya, rasio 2:1 menandakan lebar gambar dua kali lipat dari tingginya. Di Instagram, rasio yang umum digunakan adalah persegi (1:1), horizontal (16:9 atau 1.91:1), vertikal (9:16), dan portrait (4:5). Rasio ini bertujuan untuk membantu kita memvisualisasikan bentuk gambar dengan proporsional.

  • Memahami Ukuran atau Dimensi:

Ukuran atau dimensi merujuk pada besaran fisik gambar, yang berdampak pada kualitas dan besar file. Satuan yang biasa digunakan adalah piksel (px), sentimeter (cm), dan lain-lain.

Menentukan Ukuran & Rasio Konten Instagram

Untuk membuat feed Instagraml, penting untuk mempertimbangkan rasio dan ukuran konten yang sesuai. Berikut adalah tips praktisnya:

  • Pertama, tentukan lebar konten yang diinginkan pada gambar, apakah di bawah 500 piksel, antara 500 dan 1000 piksel, atau di atas 1000 piksel. Penyesuaian ini akan berdampak pada kualitas visual grafik yang dihasilkan.
  • Analisis hubungan antara tinggi dan lebar konten. Misalnya, jika lebar konten adalah 1920 piksel dan tinggi 1080 piksel, rasio desainnya adalah 16:9. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa konten di feed Instagram proporsional dan menarik.

Panduan Ukuran Rasio Feeds Berdasarkan Jenis Konten

Berikut panduan ukuran rasio feed berdasarkan jenis konten Instagram:

1. Instagram Stories

Instagram stories merupakan salah satu fitur yang paling populer dan banyak digunakan di platform ini, menjadi tempat menuangkan kreativitas bagi pengguna, khususnya untuk kamu yang sedang mengoptimalkan affiliate marketing, Instagram stories sangat tepat digunakan untuk link affiliate kamu, karena Instagram stories ini juga bisa menjadi tempat berbagi momen secara real-time.

Berbeda dengan feed Instagram, stories lebih fokus pada format portrait yang memanjang. Contoh bila kamu ingin mengunggah video di stories Instagram dengan ukuran besar, maka akan otomatis di kompres oleh Instagram sehingga kualitasnya berkurang. Berikut size rasio yang tepat untuk stories kamu: 

  • Rasio 9:16 Ini adalah rasio standar untuk portrait atau vertikal, yang tepat dan direkomendasikan untuk layar ponsel yang terkesan full screen agar konten lebih menonjol dan engaging.
  • Resolusi 1080 x 1920 piksel: Resolusi ini memberikan kualitas gambar yang tajam dan detail. Resolusi tinggi ini penting untuk menampilkan konten yang jelas dan menarik, terutama mengingat audiens seringkali melihat stories dalam mode full screen, jadi pastikan visualnya clean dan tidak pecah-pecah ya.
  • Resolusi 400 x 400 px atau 1:1 untuk highlight icon.
2. Feed: Single Image atau Carousel & Video Post Instagram

Untuk membuat feed Instagram yang menarik, penting untuk memperhatikan ukuran rasio dan resolusi maksimal. Berikut contekan perbandingan ukuran rasio dan resolusinya:

Rasio dan Resolusi:

  • Ukuran standar untuk feed Instagram adalah rasio 1:1 (square) dengan resolusi 1080 x 1080 px.
  • Untuk gambar dan video portrait, gunakan rasio 4:5 dengan resolusi 1080 x 1350 px.
  • Untuk gambar dan video landscape terbaik dengan rasio 1.91:1 dan resolusi 1080 x 566 px.

 

3. Instagram Reels

Instagram Reels saat ini sangat populer dan paling direkomendasikan META untuk digunakan dalam menarik perhatian audiens dalam meningkatkan engagement, fitur yang memungkinkan pengguna untuk membuat konten video pendek yang menarik dan engaging, juga memiliki spesifikasi khusus:

Rasio dan Resolusi Reels:

  • Rasio 9:16, sangat efektif untuk menarik perhatian audiens saat scroll feed Instagram mereka.
  • Resolusi ideal untuk Reels adalah 1080 x 1920 piksel, yang memberikan kualitas gambar tajam dan detail. Kualitas resolusi yang tinggi ini juga memastikan bahwa reels kamu tetap terlihat bagus meskipun di-share di luar platform Instagram, seperti dalam stories atau ketika disimpan dan dibagikan di platform lain.
  • Resolusi 1010×1010 piksel, cocok untuk pembuatan cover thumbnail reels kamu agar tidak terpotong dan sesuai dengan ukuran feed Instagram.
4. Sponsored Posts dan Reels

Sama halnya dengan feed, reels, dan story penting untuk memperhatikan rasio dan resolusi maksimal. Berdasarkan sebuah laporan, iklan berbentuk carousel lebih banyak diminati terutama jika memiliki 7-10 slide. Pada sponsored post menggunakan rasio dan resolusi yang sama seperti foto dan video post pada umumnya. Sedangkan untuk sponsored reels menggunakan rasio dan resolusi yang sama seperti reels pada umumnya seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun, perlu diperhatikan pada penggunaan musik yang memiliki hak cipta akan mengakibatkan reels tidak dapat dipromosikan sehingga perlu memperhatikan kembali musik yang akan digunakan.

Dengan memahami rasio dan ukuran semua jenis konten di Instagram, kamu tidak lagi bingung saat memberikan brief ke desainer konten. Selain itu konten yang estetik juga harus dibarengi dengan kualitas dan resolusi yang maksimal.

7 Istilah di Dunia Digital Marketing yang Wajib Kamu Ketahui

Halo sobat cands! Buat kamu yang baru terjun ke dunia digital marketing, pasti bakal ngerasa bingung banget dengan beberapa istilah yang ada di dunia digital marketing. Eitss!! tapi sobat cands gak perlu khawatir lagi nih, karena mincands punya solusinya. Jangan lupa dicatat ya!

Digital Marketing

Pada dasarnya, strategi digital marketing adalah kegiatan pemasaran produk berupa barang atau jasa berbasis digital menggunakan media atau teknologi. Bagi para marketer ataupun pebisnis online baik skala kecil hingga skala besar, penting untuk menerapkan aktivitas pemasaran digital ini, karena sebanyak 167 juta penduduk Indonesia melibatkan media sosial dalam aktivitas sehari-harinya. 

Digital marketing telah menjadi sebuah bidang pemasaran yang dinilai sangat efektif untuk menaikkan angka penjualan merek atau brand suatu produk. Strategi digital marketing memiliki kelebihan yang lebih unggul  daripada  strategi pemasaran konvensional, seperti mampu menjangkau target pasar yang lebih luas, mampu mendongkrak angka penjualan, dan dinilai lebih hemat. Banyak istilah – istilah yang mungkin akan terdengar asing dan tidak paham sama sekali. Nah, agar sobat cands makin paham, yuk kenalan dulu dengan istilah – istilah yang ada di dunia digital marketing!

Baca Dulu : Cara Mendapatkan Ide Konten

Search Engine Optimization (SEO)

Search Engine Optimization (SEO) merupakan suatu teknik atau upaya mengoptimasi website yang bertujuan untuk memudahkan mesin pencari untuk menemukan halaman/website. SEO juga bisa menjadi strategi digital marketing yang efektif dan hemat karena mampu meningkatkan traffic website dan konversi. 

Apa saja jenis – jenis SEO?

  • SEO on Page

SEO on page merupakan optimasi SEO pada halaman depan website dengan memperhatikan permalink, judul konten, struktur konten, gambar konten, hingga elemen SEO yang menyangkut (meta description, tag, dll). Dengan memperhatikan SEO on page pada website mampu mengoptimalkan halaman website untuk mendapat peringkat yang lebih tinggi dan lebih mudah untuk tampil di penelusuran mesin pencari.

  • Seo off Page

Berbeda dengan SEO on page, jika SEO on page berfokus pada internal dari suatu website, SEO off page berarti lebih berfokus pada eksternal dari suatu website. SEO off page merupakan suatu upaya untuk mengoptimasi SEO di luar website dengan memperhatikan aspek – aspek yang seharusnya ditingkatkan.

  • Technical SEO

Technical SEO merupakan suatu upaya optimasi SEO dari bagian dalam website, dengan memperhatikan aspek berupa kecepatan website, struktur website, XML sitemap. keamanan (SLL), tema yang SEO friendly, layout website, dan navigasi. Dengan menerapkan technical SEO, suatu website akan memiliki struktur yang bagus dan mudah untuk dibaca oleh mesin pencari.

Social Media Marketing (SMM) 

Social Media Marketing (SMM) atau yang kerap dipanggil pemasaran digital dan pemasaran elektronik adalah penggunaan media sosial merupakan sebuah metode untuk memaksimalkan kunjungan di sebuah website dengan memaksimalkan fungsi iklan digital melalui media sosial. SMM melibatkan proses agar audiens tertarik (engaged) dengan konten yang dibuat di media sosial. 

Jenis dan Platform dalam Social Media Marketing

  • Facebook

Facebook merupakan salah satu alat pemasaran media sosial yang cukup efektif. Platform ini mampu menggabungkan fitur – fitur terbaik dari berbagai platform media sosial yang ada dan kemungkinan besar target pasar banyak menggunakan facebook untuk berbagai jenis konten pemasaran, berinteraksi dengan pelanggan, menampilkan iklan, dan menggunakan platform tersebut untuk memberikan dukungan pelanggan.

  • Twitter

Twitter merupakan salah satu media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk mengungkapkan pendapatnya dalam 280 karakter. Twitter adalah platform media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk membagikan pemikiran dan ide mereka serta menghubungi merek atau selebritas dan membaca berita dan cuplikan informasi.

  • Instagram

Instagram merupakan platform visual berbasis seluler yang memungkinkan untuk berbagi gambar dan video.

  • YouTube

YouTube adalah platform berbagi video online yang memungkinkan untuk melihat, membagikan, dan mengupload konten video.

  • Pinterest

Pinterest merupakan platform visual yang bagus bagi individu dan merek untuk mencari inspirasi upaya artistik dan mempromosikan aktivitas DIY.

Search Engine Marketing (SEM)

Pada dasarnya Search Engine Marketing (SEM) masih sama konsepnya dengan SEO, namun masih memiliki perbedaan dimana tujuan dari SEM sendiri untuk pemasaran (marketing), website dioptimasi dengan iklan agar muncul di halaman pertama mesin pencarian. Strateginya pun berbeda dengan SEO, karena SEM membutuhkan biaya agar website yang diiklankan bisa muncul secara cepat di mesin pencarian. 

Social Media Specialist (SMS)

Social Media Specialist (SMS) adalah seseorang yang bertanggung jawab mengelola konten di berbagai platform media sosial sebuah brand, baik itu perusahaan, organisasi, atau bahkan public figure. Sederhananya, seorang Social Media Specialist memiliki tanggung jawab dan kendali untuk mengurus isi jejaring sosial milik perusahaan, namun pekerjaan seorang Social Media Specialist tidak sesederhana meng-upload foto dan menambahkan caption saja

Chief Executive Officer (CEO)

Seorang Chief Executive Officer (CEO) adalah posisi pimpinan tertinggi di sebuah perusahaan. Seorang CEO memiliki peran yang sangat penting karena ia bertanggung jawab untuk membuat keputusan besar, seperti menerapkan kebijakan dan merencanakan strategi bisnis di masa depan. 

Influencer Marketing

Influencer marketing merupakan strategi pemasaran yang bekerja sama dengan para influencer untuk melakukan aktivitas promosi, meningkatkan brand awareness, dan meningkatkan penjualan. Influencer marketing termasuk kedalam kategori native ads, yaitu konten berbayar yang bentuk, fungsi, dan kualitas kontennya menarik perhatian dan mengundang audiens untuk mencari tahu lebih banyak. Maka dari itu, influencer marketing menjadi salah satu strategi pemasaran online yang cukup efektif.

Copywriting

Copywriting merupakan sebuah cara dalam menulis konten pemasaran yang dapat membujuk audiens untuk melakukan pembelian atau konsumsi atas produk yang dipasarkan. Tugas dari seorang copywriting sendiri menjadi penghubung antara penjual atau pengiklanan dengan pembelian atau konsumen melalui media tulisan, audio, gambar, video, atau jenis konten lainnya. 

 

Emang Perlu 2

Yuk Mulai Pakai Digital Marketing

Kamu sering dengar istilah Digital Marketing? Atau malah kamu belum tahu apa itu Digital Marketing? Jadi singkatnya, Digital Marketing adalah kegiatan pemasaran atau promosi suatu merek, brand produk, atau jasa yang dilakukan melalui media digital. 

Nah, for you information, menurut laporan terbaru We Are Social dan Hootsuite, jumlah pengguna media sosial di seluruh dunia mencapai 4,76 miliar pada Januari 2023. Angka ini setara 59,4% dari total populasi dunia saat ini loh. 

Selain itu, berdasarkan laporan We Are Social, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia pada Januari 2022 mencapai 191 juta orang. Jumlah itu telah meningkat 12,35% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 170 juta orang. 

Sementara itu Whatsapp menjadi media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Persentasenya tercatat mencapai 88,7%. Setelahnya ada Instagram dan Facebook dengan persentase masing-masing sebesar 84,8% dan 81,3%. Sementara, proporsi pengguna TikTok dan Telegram berturut-turut sebesar 63,1% dan 62,8% di Indonesia.

Jika kita melihat presensi data pengguna media sosial di dunia maupun di Indonesia yang semakin tahun makin meningkat, dapat dikatakan Digital Marketing dapat menjadi solusi untuk memaksimalkan omset penjualan produkmu.

Lalu, apa saja yang harus disiapkan untuk memulai Digital Marketing? Nih aku kasih tahu ya.

Mempunyai Tujuan Yang Jelas

Jika ingin memulai Digital Marketing, tentu kamu harus memiliki tujuan yang jelas untuk apa kamu menggunakan Digital Marketing. Misal, untuk Awareness, atau Bisnis? Jadi tentukan dulu ya tujuan kamu apa.

Melakukan Riset dan Segmentasi Target Pasar

Jika sudah menentukan tujuan melakukan Digital Marketing, maka langkah selanjutnya ialah menentukan riset dan segmentasi target pasar, jika kamu berfokus pada Gen Z, maka riset apa saja tentang mereka, dan jika kamu berfokus pada Milenial/pembisnis, maka riset juga apa saja tentang mereka. Jadi, bisa optimal usaha kamu dalam melakukan Digital Marketing.

Memastikan Bisnis Sesuai Dengan Target Pasar

Nah, jika sudah meriset mengenai target pasar kamu, maka pastikan juga apakah bisnis kamu ini cocok dengan target pasar kamu. Jika dirasa cocok, maka kamu bisa melakukan langkah berikutnya, dan jika dirasa kurang cocok, maka perlu mengganti target pasar kamu.

Riset Kompetitor Dan Strategi Mereka

Tak usah gengsi. Jika ingin optimal, maka kamu harus meriset dan mengamati strategi dari kompetitor kamu, jika kamu menganggap ini tidak penting, maka kamu perlu belajar tentang Samsung dan Apple, kedua brand tersebut kerap kali bersaing dengan meriset strategi dari lawan brandnya.

Buat Website Dan Akun Media Sosial Usaha Kamu

Jika sudah melakukan hal di atas. Maka langkah selanjutnya adalah membuat website dan media sosial usaha/brand kamu, agar orang-orang dengan mudah menemukan brand kamu di media sosial dan website. Namun perlu dicatat, pentingnya menggunakan strategi media sosial dan website agar konten usaha kamu mendapatkan goals yang diinginkan.

Kalau kamu gak mau ribet urus strategi dan lain sebagainya, kamu bisa serahkan urusan Digital Marketing brand kamu ke Candramawa Digital.