Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal dalam kehidupan dan dunia bisnis. Setelah melewati masa sulit tersebut, Indonesia kembali menghadapi tantangan ekonomi pada 2023.
Meski begitu, praktisi dan pengusaha digital marketing tetap optimis. Mereka melihat masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku bisnis.
Tantangan Ekonomi
Direktur Candramawa Digital, Syaeful Bahri, menyampaikan pandangannya dalam webinar marketing yang diselenggarakan BeliveInc.
Menurut Syaeful, Indonesia tetap memiliki peluang untuk tumbuh pada 2023. Hal ini berlaku dalam sektor ekonomi, pembangunan, maupun bisnis.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Berbagai riset menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan.
Selain itu, pengalaman selama pandemi juga menjadi pembelajaran penting bagi pelaku bisnis. Selama tiga tahun, banyak perusahaan harus beradaptasi dengan kondisi yang terus berubah.
“Kenapa? Karena kita sudah diuji saat Covid, ga tanggung-tanggung, selama tiga tahun. Dan 2023 ini ujian lagi.”
Menurut Syaeful, masyarakat memang cenderung lebih berhati-hati dalam menggunakan uang. Namun, aktivitas konsumsi tetap diperlukan agar perputaran ekonomi terus berjalan.
Kebutuhan Pasar Tetap Menjadi Peluang
Syaeful juga melihat peluang bisnis masih terbuka pada 2023. Sebab, kebutuhan masyarakat akan terus ada.
Namun, tidak semua sektor memiliki kondisi yang sama. Beberapa subsektor diperkirakan menghadapi tekanan.
Salah satunya adalah bisnis yang bergantung pada pasar ekspor tertentu. Contohnya adalah furniture, alas kaki, dan produk ekspor lainnya.
Karena itu, pelaku usaha perlu menentukan pasar dengan lebih jelas. Bisnis juga harus memahami kebutuhan dan keinginan konsumennya.
Jangan Menganggap Semua Orang sebagai Target Pasar
Dalam digital marketing, menentukan target pasar merupakan langkah penting.
Syaeful mengingatkan agar bisnis tidak menggunakan semua orang sebagai target pasar. Target yang terlalu luas dapat membuat strategi marketing menjadi tidak efektif.
Sebaliknya, bisnis perlu mengetahui siapa calon konsumennya. Setelah itu, komunikasi dan penawaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Menurut Syaeful, ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat membangun bisnis.
Tanggung Jawab, Inisiatif, dan Antisipatif.
Ketiganya menjadi penting ketika bisnis menghadapi perubahan pasar.
Tren Digital Marketing Terus Berkembang
Praktisi digital marketing Lingga Wastu juga melihat peluang yang besar dalam perkembangan digital marketing pada 2023.
Menurutnya, tren digital akan terus berkembang. Namun, respons masyarakat terhadap setiap tren dapat berbeda.
Karena itu, brand harus mampu merespons tren dengan cepat dan tepat.
Contohnya dapat dilihat dari tren Dalgona Coffee. Tren tersebut sempat viral dan kemudian dimanfaatkan oleh berbagai brand.
Nescafe menjadi salah satu brand yang memanfaatkan tren tersebut. Produk dan komunikasi brand kemudian dikaitkan dengan fenomena Dalgona Coffee.
Hal ini menunjukkan bahwa tren dapat menjadi peluang. Namun, brand harus mampu melihat hubungan antara tren dan target pasarnya.
Setiap Pasar Memiliki Kanal Digital yang Berbeda
Perkembangan media sosial membuat pilihan kanal digital semakin beragam.
Beberapa tahun lalu, pilihan media sosial masih relatif terbatas. Kini, setiap platform memiliki karakteristik dan pengguna yang berbeda.
Karena itu, bisnis perlu memilih kanal berdasarkan target pasar dan tujuan marketing.
Instagram dapat digunakan untuk visual branding dan katalog produk. Sementara itu, Facebook dapat dimanfaatkan untuk membangun komunitas.
Twitter juga dapat digunakan untuk membangun cerita melalui thread. Di sisi lain, TikTok dan berbagai platform e-commerce dapat dimanfaatkan untuk mendorong penjualan.
Dengan strategi yang tepat, digital marketing tidak hanya digunakan untuk membangun awareness.
Digital marketing juga dapat membantu bisnis mendorong transaksi.
Memilih Influencer Tidak Cukup dari Jumlah Followers
Selain memilih platform, bisnis juga perlu memperhatikan pemilihan influencer atau Key Opinion Leader (KOL).
Jumlah followers bukan satu-satunya indikator yang perlu diperhatikan. Brand harus melihat lebih banyak data sebelum melakukan kerja sama.
Pertama, lakukan pengecekan terhadap profil influencer. Kemudian, lihat kerja sama mereka dengan brand dalam beberapa bulan terakhir.
Selain itu, perhatikan karakter audiens dan cara influencer berkomunikasi. Pastikan semuanya sesuai dengan target pasar brand.
Dengan begitu, kerja sama KOL dapat menjadi bagian dari strategi digital marketing yang lebih terarah.
Digital Marketing Membuka Peluang Baru bagi Bisnis
Perkembangan digital marketing memberikan banyak peluang bagi bisnis di Indonesia.
Namun, peluang tersebut membutuhkan strategi yang tepat. Bisnis perlu memahami target pasar, memilih kanal yang sesuai, dan mengikuti perubahan perilaku konsumen.
Pada akhirnya, brand yang mampu beradaptasi akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.
Hal tersebut menjadi semakin penting ketika kondisi pasar terus mengalami perubahan.
BeliveInc sendiri merupakan training center yang berfokus pada digital marketing dan business. BeliveInc juga terbuka untuk berkolaborasi dengan instansi, pemerintah, BUMN, hingga startup.
Dengan adaptasi dan strategi yang tepat, tantangan ekonomi dapat menjadi peluang baru bagi bisnis untuk terus bertumbuh.