7 Cara Mengukur ROI Campaign Iklan Properti
7 Cara Mengukur ROI Campaign Iklan Properti

7 Cara Mengukur ROI Campaign Iklan Properti

Daftar isi

Menjalankan campaign iklan properti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, developer maupun agen properti perlu mengetahui apakah biaya iklan yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan keuntungan.

Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah ROI campaign iklan properti. Dengan mengukur ROI, bisnis dapat mengetahui seberapa besar keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan biaya yang telah dikeluarkan untuk pemasaran.

Namun, bagaimana cara menghitung ROI iklan properti dengan benar?

Apa Itu ROI Campaign Iklan Properti?

ROI (Return on Investment) adalah metrik yang digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan atau kerugian dari sebuah investasi.

Dalam digital marketing, ROI dapat membantu mengetahui apakah sebuah campaign menghasilkan keuntungan yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Secara sederhana, rumus ROI adalah:

ROI = (Keuntungan – Biaya Investasi) ÷ Biaya Investasi × 100%

Dalam konteks campaign iklan properti, biaya investasi dapat mencakup biaya iklan, biaya produksi konten, biaya landing page, hingga biaya jasa digital marketing.

Mengapa ROI Penting untuk Campaign Iklan Properti?

Mengukur ROI penting karena jumlah views, likes, atau followers belum tentu menunjukkan keberhasilan sebuah campaign.

Misalnya, sebuah iklan mendapatkan 100.000 impressions. Angka tersebut terlihat besar, tetapi jika tidak menghasilkan leads berkualitas atau penjualan, campaign tersebut belum tentu efektif.

Dengan mengukur ROI, developer dapat mengetahui:

  • Berapa biaya yang dikeluarkan untuk campaign.
  • Berapa banyak leads yang dihasilkan.
  • Berapa leads yang menjadi calon pembeli.
  • Berapa transaksi yang berhasil.
  • Berapa keuntungan yang diperoleh.
  • Channel mana yang memberikan hasil terbaik.

Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan strategi marketing properti berikutnya.

1. Hitung Total Biaya Campaign

Langkah pertama dalam mengukur ROI campaign iklan properti adalah menghitung seluruh biaya pemasaran.

Jangan hanya menghitung biaya yang digunakan untuk Facebook Ads, Instagram Ads, atau Google Ads.

Biaya campaign dapat meliputi:

  • Budget iklan.
  • Biaya produksi video.
  • Biaya desain.
  • Biaya landing page.
  • Biaya copywriting.
  • Biaya jasa digital marketing.
  • Biaya tools marketing.

Sebagai contoh, sebuah developer mengeluarkan total Rp20 juta untuk menjalankan campaign selama satu bulan.

Maka, angka Rp20 juta tersebut menjadi dasar perhitungan ROI.

2. Ukur Jumlah Leads yang Dihasilkan

Setelah campaign berjalan, ukur berapa banyak leads yang masuk.

Misalnya:

Budget campaign: Rp20 juta
Total leads: 200 leads

Dari data tersebut, biaya rata-rata untuk mendapatkan satu lead adalah:

Rp20 juta ÷ 200 leads = Rp100.000 per lead

Metrik ini disebut Cost per Lead (CPL).

CPL dapat membantu tim marketing mengevaluasi efisiensi biaya iklan.

Namun, CPL saja belum cukup. Jumlah leads harus dilihat bersama kualitas leads tersebut.

3. Hitung Conversion Rate

Tidak semua leads akan membeli properti. Karena itu, penting untuk mengetahui berapa banyak leads yang akhirnya melakukan transaksi.

Misalnya dari 200 leads, terdapat 5 orang yang membeli rumah.

Maka conversion rate dapat dihitung:

5 ÷ 200 × 100% = 2,5%

Data conversion rate dapat memberikan gambaran mengenai kualitas leads yang dihasilkan campaign.

Jika jumlah leads tinggi tetapi conversion rate rendah, masalah mungkin bukan hanya pada iklan. Bisa jadi terdapat masalah pada targeting, penawaran, landing page, atau proses follow-up sales.

Untuk memahami perjalanan audience tersebut, Anda juga dapat mempelajari funnel marketing properti.

4. Hitung Keuntungan dari Campaign

Selanjutnya, hitung keuntungan yang benar-benar diperoleh dari penjualan yang berasal dari campaign.

Contohnya:

  • Total keuntungan dari penjualan: Rp100 juta
  • Total biaya campaign: Rp20 juta

Maka:

ROI = (Rp100 juta – Rp20 juta) ÷ Rp20 juta × 100%

ROI = 400%

Artinya, campaign tersebut menghasilkan return sebesar 400% berdasarkan keuntungan yang digunakan dalam perhitungan.

Catatan: Dalam praktik bisnis, pastikan definisi “keuntungan” yang digunakan konsisten. Jangan menyamakan omzet penjualan dengan profit.

5. Bedakan ROI dengan ROAS

Kesalahan yang cukup umum dalam digital marketing adalah menganggap ROI dan ROAS sebagai metrik yang sama.

ROAS (Return on Ad Spend) berfokus pada pendapatan yang dihasilkan dibandingkan biaya iklan.

Rumusnya:

ROAS = Pendapatan dari Iklan ÷ Biaya Iklan

Sementara itu, ROI mempertimbangkan keuntungan setelah memperhitungkan investasi atau biaya yang relevan.

Contohnya, sebuah campaign menghasilkan omzet Rp200 juta dengan biaya iklan Rp20 juta.

ROAS-nya adalah:

Rp200 juta ÷ Rp20 juta = 10x

Artinya, setiap Rp1 yang digunakan untuk iklan menghasilkan Rp10 pendapatan.

Namun, angka tersebut belum otomatis berarti campaign memiliki ROI 900% karena masih ada biaya lain yang perlu diperhitungkan.

6. Evaluasi Channel Iklan

Setelah mengetahui ROI, bandingkan performa setiap channel.

Misalnya:

ChannelLeadsPenjualanBiayaHasil
Instagram Ads1202Rp10 jutaPerlu optimasi
Facebook Ads802Rp5 jutaEfektif
Google Ads503Rp5 jutaSangat potensial

Data tersebut dapat membantu tim marketing menentukan channel mana yang perlu mendapatkan budget lebih besar.

Selain melihat jumlah leads, perhatikan juga kualitas leads dan jumlah transaksi.

7. Gunakan Data untuk Optimasi Campaign

Mengukur ROI campaign iklan properti bukan hanya dilakukan setelah campaign selesai.

Data sebaiknya dipantau secara berkala agar tim dapat melakukan optimasi.

Beberapa hal yang dapat diuji antara lain:

  • Target audience.
  • Creative iklan.
  • Copywriting.
  • CTA.
  • Landing page.
  • Penawaran.
  • Budget setiap channel.
  • Follow-up leads.

Dengan melakukan evaluasi secara berkala, budget pemasaran dapat dialokasikan ke strategi yang memberikan hasil lebih baik.

Anda juga dapat menggabungkan strategi ini dengan digital marketing properti untuk membangun sistem pemasaran yang lebih terukur.

Jangan Biarkan Budget Iklan Terbuang Tanpa Hasil Terukur

ROI campaign iklan properti merupakan salah satu metrik penting untuk mengetahui apakah investasi pemasaran memberikan hasil yang menguntungkan.

Jangan hanya melihat jumlah impressions, likes, atau leads. Analisis seluruh perjalanan mulai dari biaya iklan → leads → conversion rate → transaksi → keuntungan.

Dengan data tersebut, developer dan agen properti dapat mengetahui campaign yang efektif, mengurangi pemborosan budget, dan membuat keputusan marketing berdasarkan data.

Ingin Campaign Iklan Properti Lebih Terukur?

Hubungi Candramawa Digital untuk konsultasi gratis mengenai strategi digital marketing dan pengukuran performa campaign properti kamu.

Mulai dari target audience, creative, funnel, hingga evaluasi leads, pastikan setiap budget iklan memiliki tujuan dan dapat diukur hasilnya.

Jasa Pembuatan Website

Membuat website dengan CMS terbaik di dunia.

Recent Post

7 Cara Mengukur ROI Campaign Iklan Properti

Reels Properti Sepi Peminat? Coba Strategi Konten Ini!

Kenali Buyer Persona untuk Menentukan Target Pembeli Properti yang Tepat

Let’s Think Outside the Box! Asah Problem Solving lewat Outbound

Uji Kekompakan Tim Lewat Aktivitas Outbound yang Seru

Biar Nggak Asal Main, Yuk Bikin Outbound yang Pas Buat Tim