Marketing properti primary vs secondary memiliki pendekatan yang berbeda. Meskipun sama-sama bertujuan mendapatkan calon pembeli, keduanya memiliki karakteristik produk, target audience, dan proses penjualan yang tidak sama.
Properti primary biasanya dijual langsung oleh developer kepada konsumen. Sementara itu, properti secondary merupakan properti yang sebelumnya sudah dimiliki atau dihuni dan kemudian dijual kembali.
Perbedaan tersebut membuat strategi marketing properti perlu disesuaikan dengan jenis properti yang ditawarkan. Lalu, apa saja perbedaannya?
Apa Itu Properti Primary dan Secondary?
Sebelum menentukan strategi pemasaran, penting untuk memahami pengertian keduanya.
Properti primary adalah properti yang dijual langsung oleh developer atau pengembang. Contohnya rumah di perumahan baru, apartemen baru, atau ruko yang baru dikembangkan.
Sementara itu, properti secondary adalah properti yang dijual kembali oleh pemilik sebelumnya. Kondisinya bisa berupa rumah yang sudah dihuni, ruko yang sudah digunakan, atau apartemen yang sebelumnya dimiliki orang lain.
Karakteristik tersebut membuat kebutuhan informasi calon pembeli menjadi berbeda.
Strategi Marketing Properti Primary
Dalam pemasaran properti primary, fokus utama biasanya adalah membangun awareness terhadap proyek dan developer.
Karena properti masih baru, calon pembeli membutuhkan informasi mengenai lokasi, konsep kawasan, fasilitas, spesifikasi, harga, hingga potensi investasi.
1. Bangun Awareness Proyek
Developer perlu memperkenalkan proyek kepada target audience sebelum mendorong mereka untuk melakukan pembelian.
Website, media sosial, konten video, dan iklan digital dapat digunakan untuk memperkenalkan proyek.
Beberapa informasi yang dapat ditampilkan antara lain:
- Konsep perumahan
- Keunggulan lokasi
- Fasilitas kawasan
- Site plan
- Tipe unit
- Harga dan promo
- Progress pembangunan
Konten tersebut membantu calon pembeli memahami nilai properti sebelum menghubungi sales.
2. Gunakan Digital Advertising
Digital advertising dapat menjadi bagian penting dalam marketing properti primary.
Google Ads dapat digunakan untuk menjangkau orang yang sedang mencari properti melalui mesin pencari. Sementara itu, Meta Ads dapat digunakan untuk menjangkau calon konsumen berdasarkan lokasi, demografi, minat, dan karakteristik tertentu.
Kampanye iklan juga dapat diarahkan untuk mendapatkan leads melalui landing page, formulir, atau WhatsApp.
3. Manfaatkan Konten Visual
Properti primary sangat cocok menggunakan konten visual seperti video walkthrough, virtual tour, drone footage, hingga visual 3D.
Konten tersebut membantu calon pembeli membayangkan kondisi proyek, terutama ketika pembangunan masih berlangsung.
Strategi Marketing Properti Secondary
Berbeda dengan properti primary, marketing properti secondary lebih banyak menonjolkan kondisi aktual dan keunggulan properti.
Calon pembeli biasanya ingin mengetahui kondisi bangunan, harga, luas tanah, luas bangunan, lokasi, fasilitas sekitar, dan legalitas.
1. Tampilkan Kondisi Properti
Foto dan video berkualitas menjadi bagian penting dalam pemasaran properti secondary.
Tampilkan kondisi properti secara jelas, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, dapur, halaman, hingga lingkungan sekitar.
Informasi seperti luas tanah, luas bangunan, jumlah kamar, jumlah kamar mandi, harga, dan legalitas juga perlu disampaikan dengan jelas.
2. Fokus pada Lokasi
Lokasi merupakan salah satu faktor penting dalam pembelian properti secondary.
Karena itu, materi pemasaran dapat menampilkan akses menuju sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, transportasi umum, jalan utama, dan fasilitas lainnya.
SEO lokal serta iklan berdasarkan lokasi juga dapat membantu menjangkau calon pembeli yang memang sedang mencari properti di area tertentu.
3. Bangun Kepercayaan
Calon pembeli properti secondary biasanya membutuhkan informasi yang lebih detail sebelum melakukan survei.
Gunakan foto asli, deskripsi yang lengkap, informasi harga yang jelas, dan komunikasi yang responsif.
Semakin transparan informasi yang diberikan, semakin mudah calon pembeli mempertimbangkan properti tersebut.
Perbedaan Marketing Properti Primary vs Secondary
Secara sederhana, perbedaan marketing properti primary vs secondary dapat dilihat dari fokus pemasaran masing-masing.
| Aspek | Properti Primary | Properti Secondary |
|---|---|---|
| Penjual | Developer | Pemilik atau agen |
| Fokus pemasaran | Proyek dan developer | Kondisi properti |
| Konten utama | Konsep, fasilitas, progress | Foto dan video aktual |
| Target | Pembeli dan investor | Pembeli dengan kebutuhan spesifik |
| Tujuan | Awareness dan leads | Leads dan transaksi |
| Faktor penting | Brand, lokasi, fasilitas | Harga, kondisi, lokasi |
Meskipun berbeda, keduanya dapat memanfaatkan website, SEO, media sosial, Google Ads, dan Meta Ads.
Mana Strategi yang Lebih Efektif?
Tidak ada satu strategi yang cocok untuk semua jenis properti.
Untuk properti primary, strategi dapat lebih fokus pada awareness, branding, edukasi, konten visual, dan digital advertising.Sementara itu, properti secondary dapat lebih fokus pada kualitas listing, kondisi aktual, lokasi, harga, dan kecepatan follow up. Yang terpenting adalah menyesuaikan strategi dengan target audience dan tujuan bisnis.
Selain itu, setiap aktivitas marketing perlu diukur. Data seperti jumlah leads, biaya per leads, jumlah chat WhatsApp, hingga jumlah transaksi dapat membantu bisnis mengetahui strategi yang memberikan hasil terbaik.
Jadi kesimpulannya, perbedaan marketing properti primary vs secondary terletak pada karakteristik produk, target pembeli, dan fokus komunikasinya.
Properti primary lebih membutuhkan strategi untuk membangun awareness terhadap proyek dan developer. Sementara properti secondary membutuhkan informasi yang lebih detail mengenai kondisi, harga, lokasi, dan keunggulan properti.
Dengan memahami perbedaan tersebut, bisnis dapat menentukan channel, konten, dan strategi pemasaran yang lebih sesuai.
Simpan post ini buat panduan susun funnel marketing properti kamu, dan gunakan kembali saat menentukan strategi untuk setiap jenis properti., atau langsung saja hubungi Candramawa Digital untuk mulai menyusun strategi dari website, SEO, konten, hingga digital advertising.