Marketing Properti: 7 Strategi Sebelum Mulai Promosi Bisnismu
Marketing Properti: 7 Strategi Sebelum Mulai Promosi Bisnismu

Marketing Properti: 7 Strategi Sebelum Mulai Promosi Bisnismu

Daftar isi

Marketing properti saat ini tidak cukup hanya mengandalkan brosur, spanduk, atau rekomendasi dari pelanggan. Calon pembeli biasanya mencari informasi terlebih dahulu melalui internet sebelum memutuskan untuk menghubungi agen, developer, atau pemilik properti.

Kondisi tersebut membuat marketing properti melalui kanal digital menjadi semakin penting. Namun, banyak bisnis properti masih bingung harus mulai dari mana. Apakah harus membuat website, menjalankan iklan, aktif di media sosial, atau fokus membuat konten?

Sebelum menggunakan berbagai channel pemasaran, bisnis properti perlu membangun fondasi yang kuat. Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjalankan strategi marketing properti.

1. Tentukan Target Pasar Properti

Langkah pertama dalam marketing properti adalah menentukan target pasar. Setiap jenis properti memiliki karakteristik calon pembeli yang berbeda.

Rumah subsidi, rumah komersial, apartemen, tanah, villa, hingga properti premium membutuhkan pendekatan pemasaran yang berbeda. Karena itu, tentukan siapa calon konsumen yang paling sesuai dengan properti yang ditawarkan.

Beberapa hal yang dapat dianalisis antara lain:

  • Usia calon pembeli
  • Lokasi tempat tinggal
  • Pekerjaan
  • Kisaran penghasilan
  • Kemampuan membeli
  • Kebutuhan properti
  • Alasan membeli properti

Dengan target pasar yang jelas, bisnis akan lebih mudah menentukan bahasa komunikasi, jenis konten, serta platform pemasaran yang digunakan.

2. Kenali Keunggulan Properti

Setelah menentukan target pasar, langkah berikutnya adalah mengetahui keunggulan properti yang ditawarkan.

Calon pembeli tidak hanya mencari properti dengan harga murah. Mereka juga mempertimbangkan lokasi, fasilitas, akses, lingkungan, legalitas, hingga potensi investasi.

Karena itu, tentukan alasan yang membuat properti Anda berbeda dari kompetitor.

Contohnya:

  • Lokasi dekat akses tol
  • Dekat pusat pendidikan
  • Fasilitas kawasan lengkap
  • Harga kompetitif
  • Cicilan terjangkau
  • Cocok untuk investasi
  • Berada di kawasan yang berkembang

Keunggulan tersebut dapat menjadi dasar dalam membuat materi promosi, konten media sosial, landing page, dan iklan digital.

3. Bangun Website Bisnis Properti

Website merupakan salah satu fondasi penting dalam digital marketing properti. Website dapat menjadi pusat informasi bagi calon pembeli yang ingin mengetahui properti secara lebih lengkap.

Informasi yang dapat ditampilkan meliputi harga, spesifikasi, lokasi, fasilitas, foto, video, legalitas, hingga kontak sales.

Selain memberikan informasi, website juga dapat membantu meningkatkan kredibilitas bisnis. Calon konsumen dapat memperoleh informasi dari satu tempat sebelum menghubungi tim sales.

Jika ingin mengetahui manfaatnya lebih lanjut, Anda dapat konsultasi langsung dengan candramawa digital sekarang juga.

Website juga dapat digunakan sebagai tujuan dari kampanye Google Ads dan Meta Ads. Dengan demikian, calon konsumen yang melihat iklan dapat diarahkan ke halaman yang berisi informasi lengkap mengenai properti.

4. Buat Konten yang Relevan

Konten menjadi bagian penting dalam strategi marketing properti. Jangan hanya membuat konten yang berisi promosi dan harga.

Calon pembeli juga membutuhkan informasi yang membantu mereka mengambil keputusan. Konten edukasi dapat menjadi cara untuk menjawab pertanyaan calon konsumen sekaligus membangun kepercayaan terhadap brand.

Beberapa ide konten marketing properti yang dapat digunakan antara lain:

  • Tips memilih rumah untuk keluarga
  • Cara menghitung kemampuan cicilan
  • Tips memilih lokasi rumah
  • Hal yang perlu diperiksa sebelum membeli properti
  • Keuntungan investasi properti
  • Perbedaan rumah subsidi dan rumah komersial
  • Panduan membeli rumah untuk pemula

Konten tersebut dapat dipublikasikan melalui website, Instagram, TikTok, maupun platform lainnya sesuai dengan karakteristik target pasar.

5. Pilih Channel Marketing yang Tepat

Tidak semua bisnis properti harus menggunakan seluruh channel digital sekaligus. Pilih platform berdasarkan target audience dan tujuan pemasaran.

Google Ads dapat digunakan ketika bisnis ingin menjangkau orang yang sedang mencari informasi tertentu melalui Google. Contohnya, orang yang mencari “rumah dijual di Bandung” atau “rumah dekat stasiun”.

Sementara itu, Meta Ads dapat membantu bisnis menjangkau calon konsumen melalui Facebook dan Instagram. Platform ini juga dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti meningkatkan awareness, mendapatkan leads, penjualan, maupun chat WhatsApp.

Anda dapat membaca artikel Google Ads vs Meta Ads untuk memahami karakteristik kedua platform tersebut.

Selain iklan, media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk menampilkan video walkthrough, fasilitas properti, testimonial, informasi lokasi, dan konten edukasi.

6. Siapkan Sistem Follow Up Leads

Mendapatkan leads bukan berarti proses marketing sudah selesai. Calon konsumen perlu mendapatkan follow up yang cepat dan terarah.

Bisnis properti dapat mencatat beberapa informasi penting, seperti:

  • Nama calon konsumen
  • Nomor WhatsApp
  • Properti yang diminati
  • Sumber leads
  • Status komunikasi
  • Jadwal follow up
  • Hasil komunikasi

Sistem tersebut membantu tim sales mengetahui calon konsumen yang harus segera dihubungi.

Dengan follow up yang baik, leads dari aktivitas marketing properti memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi konsultasi, kunjungan lokasi, hingga transaksi.

7. Ukur Hasil Marketing Properti

Langkah terakhir adalah mengukur hasil dari strategi yang sudah dijalankan.

Jangan hanya melihat jumlah likes atau views. Bisnis perlu mengetahui apakah aktivitas pemasaran mampu menghasilkan calon konsumen yang sesuai.

Beberapa metrik yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Jumlah pengunjung website
  • Jumlah leads
  • Jumlah chat WhatsApp
  • Cost per lead
  • Conversion rate
  • Jumlah kunjungan lokasi
  • Jumlah transaksi

Data tersebut dapat digunakan untuk mengetahui strategi mana yang memberikan hasil terbaik.

Jika suatu channel menghasilkan banyak leads berkualitas, bisnis dapat mempertimbangkan untuk mengoptimalkan anggaran pada channel tersebut.

Siapkan Strategi Marketing Properti yang Lebih Terarah

Marketing properti yang efektif dimulai dari perencanaan yang tepat. Dengan memahami target pasar, menonjolkan keunggulan properti, memilih channel pemasaran yang sesuai, dan melakukan follow up secara konsisten, bisnis dapat menjangkau calon pembeli yang lebih potensial.

Jangan biarkan promosi berjalan tanpa strategi yang jelas. Hubungi Candramawa Digital sekarang untuk konsultasi strategi digital marketing properti yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda dan maksimalkan peluang mendapatkan leads berkualitas.

Jasa Pembuatan Website

Membuat website dengan CMS terbaik di dunia.

Recent Post

Seru-Seruan Bareng Tim, Bangun Kerja Sama dengan Cara Asyik

10 Ide Konten Instagram Trend untuk Marketing Perumahan

Marketing Properti: 7 Strategi Sebelum Mulai Promosi Bisnismu

Leads Properti Banyak Tapi Sulit Closing? Ini Strategi Funnel Marketing Yang Tepat

Perbedaan Strategi Marketing Properti Primary vs Secondary

Algoritma TikTok: Cara Kerja dan Tips Konten agar Masuk FYP